Diguyur Hujan Tiga Hari, Dua Ruko di Wirotho Agung Kebanjiran

MUARA TEBO- Diguyur hujan deras selama tiga hari berturut-turut, dua rumah toko (Ruko) di kawasan Kelurahan Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Tergenang Banjir setinggi lutut orang dewasa, Sabtu (1/12) lalu.

Diduga kuat, banjir yang menggenangi dua unit Ruko tersebut disebabkan banyaknya sampah yang menyumbat gorong-gorong yang tepat berada di depan ruko sehingga air tidak mengalir ke drainase seperti biasanya.

Pantauan Harian ini di lokasi, untuk mengatasi banjir yang menggenangi ruko tersebut, 1 unit mobil pemadam kebakaran dan 1 unit alat berat milik Dinas PUPR Tebo dikerahkan ke lokasi banjir.

Salah satu anggota Tagana, Hartoyo Rifa’i memutuskan masuk kedalam gorong-gorong untuk mengurai tumpukan sampah yang menyumbat. Bahkan, Hartoyo Rifa’i nyaris pingsan saat berada di dalam gorong-gorong karena kekurangan oksigen sehingga warga mengupayakan tabung oksigen untuk membantu proses penanganan banjir.

Tokoh masyarakat Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, H. Sanaji saat dikonfirmasi Harian ini menuturkan, setelah mendapatkan laporan adanya dua Ruko milik warganya pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas terkait dengan harapan genangan air dapat segera diatasi.

“Begitu mendapatkan laporan, saya langsung berkoordinasi dengan Dinas terkait dengan harapan genangan air dapat diatasi,” ujar H. Sanaji.

Memang, diungkapan H Sanaji, proses penanganan tidak semudah yang dirinya bayangkan, namun dengan kerja keras semua pihak termasuk anggota Tagana yang mempertaruhkan nyawa masuk kedalam gorong-gorong genangan air akhirnya dapat diatasi.

“Alhamdulillah genangan air yang merendam dua unit ruko sudah bisa diatasi berkat kerja keras kita semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Dinas PUPR Kabupaten Tebo Munawir yang juga turut memantau jalannya penanganan banjir mengatakan, genangan  air  lebih disebabkan banyaknya material sampah yang masuk kedalam gorong-gorong sehingga menimbulkan sumbatan.

“Tapat di belakang Ruko yang tergenang ada rawa yang dipenuhi material sampah, saat hujan terbawa air dan menyumbat didalam gorong-gorong,” kata Munawir.

Untuk mengatasi hal tersebut tidak terulang, Munawir menegaskan hal tersebut tergantung pola hidup masyarakat sekitar, Jika masih membuang sampah dilokasi maka akan terjadi lagi. Namun dirinya juga mengungkapkan drainase yang ada masih terlalu kecil dan perlu diperlebar.

“Ya kalau masih buang sampah dilokasi ya gorong-gorong sumbat lagi, tapi memang drainase yang ada masih terlalu kecil,” pungkasnya.

Comments

comments

Related posts

Leave a Comment